Skip navigation

Negara kita, Indonesia, sebagai negara berkembang saat ini mengalami masalah yang sangat kompleks. Masalah KKN (Korupsi-Kolusi-Nepotisne) telah menyusup ke dalam semua sendi kehidupan. Kita mungkin bertanya-tanya, dari mana sumber semua masalah ini? Tanpa pondasi pendidikan negara ini akan hancur. Sejak jaman kerajaan yang berkuasa di Indonesia, pendidikan telah menjadi elemen penting sebagai parameter maju atau tidaknya suatu kerajaan. Misalnya, Gadjah Mada dari kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya.

Kunci awal pendidikan adalah keluarga, tempat di mana siswa banyak menghabiskan waktunya. Selanjutnya adalah pendidikan dasar, tempat di mana pertama kita mengenal adanya interaksi antara guru dan murid. Namun, masalah ini sering muncul setelah siswa menempuh pendidikan menengah, baik pertama maupun atas. Hal ini dikarenakan pada fase ini anak mengalami masa remaja dan atau masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Kemudian timbulah rasa malas belajar karena banyak bermain, belajar itu hanya sambilan, dan yang lebih parah adalah tidak sungguh-sungguh dalam belajar di sekolah. Sebagai guru (seorang pendidik) yang harus kita lakukan adalah mencari strategi terbaik untuk merubah itu semua. Salah satunya ialah strategi dan metode belajar dengan mengenal siswa. Bukan berarti kenalan seperti yang kita tahu sehari-hari, tetapi mengenal siswa dalam arti berusaha lebih dekat layaknya seorang teman (harus tetap menjaga jarak supaya kita tidak disepelekan oleh mereka).

Dunia dengan bulan purnama di atas langit sana terasa sangat indah. Setelah terjadi fenomena gerhana bulan semalam, sepertinya tidak terjadi apa-apa pada malam hari ini. Luar biasa. Dari gerhana yang menggelapkan sebagian dunia ini menjadi terang dan menerangkan. Fenomena alam ini akhirnya memiliki banyak penafsiran dari masing-masing individu. Negara ini juga mempunyai fenomena yang luar biasa, yang mungkin juga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Jika kita melihat tingkah para elite politik rasanya negara ini sudah benar-benar diambang kehancuran. Benar kata orang, politik tidak mengenal hitam (gerhana) dan putih (putih). Karena politik, hitam bisa jadi putih dan putih bisa menjadi hitam.

Menurut Wikipedia, Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Jika penulis boleh mengartikan secara orang awam, maka politik sebenarnya bagian terpenting dari pengambilan keputusan dalam suatu negara. Jadi, karena ini menyangkut urusan negara maka pasti juga akan menyangkut hajat hidup orang banyak. Artinya, dalam menentukan keputusan peran elit politik sangatlah penting. Kalau elite politik, yang merupakan penggerak politik itu sendiri, sudah “berfenomena” dengan sangat luar biasa bagaimana negara ini selanjutnya. Ah, kapan kita akan menjumpai “bulan purnama” setelah terjadi fenomena “gerhana-gerhana” politik di negara tercinta kita ini. Silahkan anda-anda bertafsir jawabanya sendiri.

Taxonomy_of_Educational_Objectives__Handbook_1__Cognitive_Domain

Buku ini merupakan karya dari Benjamin S. Blom, semoga bermanfaat.