Skip navigation

Kunci awal pendidikan adalah keluarga, tempat di mana siswa banyak menghabiskan waktunya. Selanjutnya adalah pendidikan dasar, tempat di mana pertama kita mengenal adanya interaksi antara guru dan murid. Namun, masalah ini sering muncul setelah siswa menempuh pendidikan menengah, baik pertama maupun atas. Hal ini dikarenakan pada fase ini anak mengalami masa remaja dan atau masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Kemudian timbulah rasa malas belajar karena banyak bermain, belajar itu hanya sambilan, dan yang lebih parah adalah tidak sungguh-sungguh dalam belajar di sekolah. Sebagai guru (seorang pendidik) yang harus kita lakukan adalah mencari strategi terbaik untuk merubah itu semua. Salah satunya ialah strategi dan metode belajar dengan mengenal siswa. Bukan berarti kenalan seperti yang kita tahu sehari-hari, tetapi mengenal siswa dalam arti berusaha lebih dekat layaknya seorang teman (harus tetap menjaga jarak supaya kita tidak disepelekan oleh mereka).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: